Hati-hati banyak kuman, Ini cara efektif mencuci baju bekas dirumah

Tahukah kamu jika saat ini banyak anak muda yang lebih memilih membeli baju bekas dibandingkan dengan yang baru? Trend yang satu ini memang selain menghemat pengeluaran, baju bekas yang dapat dipilih pun kualitasnya tidak jauh berbeda dengan yang baru.

Namun saat membeli baju bekas ini kamu harus lebih waspada, apalagi jika baju yang akan kamu beli adalah baju bekas impor dari luar negeri. Hal ini karena bisa saja baju yang kamu beli tersebut mengandung banyak kuman tak terlihat yang bisa membuat badan kamu gatal-gatal.

Untuk mengatasi ketakutan tersebut, kamu bisa langsung mempraktekkan cara mencuci baju bekas agar aman dari kuman dan noda seperti berikut ini.

cara mencuci baju bekas
Sumber gambar : latimes.com
  • Memisahkan Jenis Pakaian Ketika Mencuci Baju Bekas

Hal pertama yang perlu kamu lakukan ketika mencuci baju, terutama baju second atau baju bekas yang baru dibeli yaitu memisahkan pakaian berdasarkan jenis kain yang dipakai. Hal ini dimaksudkan agar baju kamu tetap bersih dan tidak luntur ketika dicuci.

Selain jenis kain, kamu juga bisa memisahkan baju berdasarkan warnanya seperti baju warna putih dengan kaos warna putih lagi, atau celana berwarna gelap dengan pakaian berwarna gelap lainnya.

  • Cucilah Pakaian Bekas Dengan Air Panas Dan Garam

Cara mudah yang bisa kamu gunakan untuk mengilangkan berbagai jenis kuman dan bakteri yang menempel di sela-sela pakaian bekasmu yaitu dengan menggunakan kombinasi air panas dan garam. Kamu cukup merendam baju bekas atau baju second mu di air panas yang telah diberi campuran garam ini.  

Kandungan garam yang dikombinasikan dengan air bersuhu tinggi ini dikenal ampuh untuk mematikan berbagai jenis bakteri dan virus yang bersemayam dalam baju bekasmu.

Perendaman menggunakan air panas dan garam ini dapat kamu lakukan selama 30 menit hingga air menjadi lebih dingin. Setelah dirasa cukup, kamu bisa membilas pakaian bekasmu dengan air biasa agar kandungan garam pada pakaian dapat hilang.

  • Menggunakan Cairan Antiseptik

Cara mencuci pakaian bekas selanjutnya yang perlu kamu lakukan untuk memastikan jika berbagai noda dan bakteri yang sebelumnya bersemayam di dalam baju bekasmu telah hilang yaitu dengan menggunakan cairan antiseptik.

Banyak pilihan sabun antiseptik yang dapat kamu gunakan untuk menghilangkan noda pada pakaianmu. Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, kamu sebaiknya menggunakan cairan antiseptik yang memiliki warna transparan atau bening, sehingga tidak akan meninggalkan bekas pada bajumu nanti.

Untuk proses ini, kamu cukup merendam bajumu selama 15-30 menit menggunakan cairan antiseptik, hingga kuman, bakteri dan virus benar-benar telah hilang. Setelah itu kamu dapat membilasnya dengan air.

  • Rendam Dengan Detergen

Apabila kamu ingin bajumu lebih wangi dan bersih, kamu bisa merendamnya kembali dengan menggunakan detergen. Namun tidak semua detergen bisa kamu gunakan untuk jenis baju bekas atau baju second ini.

Pastikan kamu menggunakan detergen yang memiliki kandungan kimia yang ramah lingkungan, atau tidak akan merubah kualitas kain. Pemilihan detergen ini sangat penting, karena terkadang jenis baju second atau baju bekas yang baru kamu beli ini tergolong memiliki kain yang cukup sensitif.

Baca juga artikel kami tentang : Tips menggunakan kemeja garis-garis

  • Mencuci Manual

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa harus mencuci manual padahal ada mesin cuci? Nah, untuk proses pertama pencucian baju bekas atau baju second, sebaiknya kamu mencucinya secara manual.

Mencuci manual ini dapat membuat bajumu lebih bersih. Namun hati-hati saat mencuci secara manual ini. Jangan sampai kamu menggunakan sikat atau menggosoknya terlalu keras. Bukannya lebih bersih, bajumu malah akan lebih cepat rusak.

Namun jika kamu tidak memiliki banyak waktu untuk sekedar mencuci manual, kamu masih bisa menggunakan mesin cuci dengan intensitas putaran yang sedang sambil sesekali di gosok pelan di beberapa lipatan baju, seperti bagian leher dan ketiak baju.

  • Memperhatikan Proses Penjemuran

Terkadang proses pencucian belum tentu efektif untuk menghilangkan kuman dan bakteri 100%. Oleh karena itu, untuk memastikan jika kuman dan bakteri telah hilang dari bajumu, kamu sebaiknya menjemur baju di bawah terik matahari langsung.

Untuk baju yang memiliki warna cerah kamu bisa dengan tenang menjemurnya seharian di bawah terik matahari. Namun untuk baju bewarna gelap seperti hita atau biru dongker, sebaiknya kamu hanya menjemurnya selama 1-2 jam saja, lalu dilanjutkan dengan di angin-anginkan.

Baju yang bewarna gelap cenderung mudah untuk menyerap panas matahari, sehingga jika di diamkan lama-lama akan membuat warna bajumu memudar.

  • Menyetrika Dengan Suhu Yang Tinggi

Cara terakhir yang bisa kamu lakukan untuk memastikan jika bajumu benar-benar bersih yaitu dengan cara menyetrikanya dengan suhu yang tinggi. Seperti halnya ketika kamu menjemur pakaian di bawah sinar matahari, suhu tinggi pada setrika ini juga dapat membunuh kuman dan bakteri yang belum hilang dari bajumu.

Walaupun dirasa cukup efektif, namun kamu harus tetap berhati-hati ketika menyetrika pakaian terutama yang menggunakan desain sablon seperti kaos bertema sport. Hal ini karena sablon pada pakaian ini sangat sensitif terhadap suhu panas.

Untuk mengatasi hal tersebut, kamu bisa mencoba membalik pakaian dan menyetrikanya dengan perlahan. Namun jika kamu ingin cara lainnya, kamu bisa menaruh selembar kain di atas area yang terdapat sablon agar suhu panas pada setrika tidak langsung mengenai permukaan baju.

Bagaimana, cukup mudah bukan? Dengan mengikuti cara mencuci baju bekas tadi, kamu bisa membuat bajumu lebih bersih dan terbebas dari berbagai kuman dan bakteri dengan cara yang mudah dan murah tanpa perlu membawanya ke laundry.

Mudah-mudahan tips yang dibagikan oleh kami konveksi bandung yaitu tentang cara mencuci bekas secara efektif tersebut dapat berguna untuk kalian. Terima kasih

Kami selalu siap untuk melayani segala kebutuhan Anda!

Hubungi kami

atau kembali ke halaman utama

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *