Kultur Perusahaan

BUDAYA DALAM SEBUAH PERUSAHAAN

Kultur perusahaan menentukan cara mengerjakan segala hal dalam organisasi tersebut. Kultur tersebut meliputi tujuan-tujuan perusahaan dan ideologi-ideologi pokok. Kultur ini dapat diekspresikan melalui mitos, pahlawan, cerita, bahasa tertentu, tata cara, dan upacara ritualnya.

budaya perusahaan

Definisi Kultur Perusahaan

Kultur perusahaan telah didefinisikan sebagai kepribadian suatu perusahaan, tetapi sesungguhnya jauh lebih dari pada itu. Professor Ed Schein dari MIT seorang pakar utama dalam kultur organisasi, telah mendefinisikan secara lebih formal di dalam sebuah buku Sloan Management Review (Winter 1984) sebagai:

Pola asumsi dasar yang telah ditentukan oleh suatu kelompok tertentu, ditemukan atau dikembangkan  untuk mempelajari cara mengatasi masalah-masalah adaptasi dari luar dan cara berintegrasi, yang telah berfungsi dengan baik untuk dianggap berlaku, dan karena itu, harus diajarkan kepada para anggota baru sebagai cara yang benar untuk memandang, memikirkan dan merasakan masalah-masalah ini.

Kultur perusahaan juga dapat didefinisikan sebagai: “Suatu sistem nilai (apa yang penting) dan keyakinan (bagaimana segala sesuatu berfungsi) yang berinteraksi dengan orang-orang, struktur organisasi, dan sistem pengendalian dalam perusahaan tersebut yang menghasilkan norma-norma perilaku (cara kita mengerjakan segala sesuatu di sini).” (Dr. Nicholas Georgiardis, ‘Cultural Change in British Airways’, MCE paper, Lisbon 1987.)

Kata ‘kultur memiliki banyak arti dan konotasi. Schein menyarankan bahwa kultur ini harus digunakan untuk tingkat asumsi dan keyakinan yang lebih dalam yang dirasakan bersama oleh para anggota suatu organisasi, yang bekerja tanpa disadari, dan yang didefinisikan dalam bentuk ‘menganggap pasti’ dasar mengenai cara organisasi tersebut memandang dirinya dan lingkungannya. Dalam Organizational Dynamics (Summer, 1983) dia menulis bahwa:

Kultur bukanlah perilaku yang jelas atau benda yang dapat terlihat yang dapat diamati oleh seseorang jika mengunjungi perusahaan tersebut. Bahkan kultur ini juga bukanlah falsafah atau sistem nilai yang mungkin diucapkan atau ditulis oleh pendirinya dalam berbagai ‘anggaran dasar’. Tetapi kultur ini adalah asumsi-asumsi yang terletak di belakang nilai dan yang menentukan pola perilaku dan di balik benda yang dapat terlihat seperti arsitektur, tata letak kantor, baju seragam kerja dan sebagainya.

Pembentukan Kultur Perusahaan

Kultur perusahaan adalah hasil dari proses belajar. Ed Schein mengatakan bahwa ada dua cara proses tersebut berlangsung. Pertama, model trauma, dimana para anggota organisasi tersebut belajar untuk mengatasi ancaman dengan munculnya mekanisme pertahanan. Kedua, ‘model imbalan positif’ dimana segala sesuatu yang tampaknya berfungsi menjadi tersimpan dan mengendap. Belajar terjadi ketika orang beradaptasi dan mengatasi tekanan dari luar, dan ketika mereka berhasil mengembangkan pendekatan atau mekanisme untuk menangani teknologi organisasi mereka.

Lingkungan berpengaruh besar terhadap klutur perusahaan. Organisasi harus mempertahankan hidupnya dan berupaya keras dalam lingkungan luar yang dapat bergejolak atau mantap, yang mendorong perusahaan tersebut menuju kea rah tertentu, baik disukai maupun tidak, atau lingkungan tersebut dapat diatasi hingga perusahaan dapat bergerak kea rah yang dituju. Jenis kegiatan yang dilakukan organisasi akan sangat menentukan teknologi dan cara mengupayakan usahanya. Sebaliknya, hal ini akan mempengaruhi cara kultur perusahaan tersebut berkembang yang diwujudkan di dalam perusahaan tersebut.