Hal Yang Wajib Diketahui Dan Informasi Lengkap Seputar Konveksi Kaos Bandung

konveksi kaos bandung

Kaos merupakan jenis produk yang banyak digemari dan paling sering dibuat oleh banyak Konveksi Kaos Bandung, karena memiliki range harga yang lebih rendah dibandingkan dengan produk lainnya seperti kemeja, jaket dan baju seragam serta lebih fleksible dari segi penggunaan.

Ada yang untuk dijual kembali dengan merk atau label sendiri, dan ada juga yang menggunakanya secara langsung untuk kebutuhan seperti kampanye, family gathering, event/ acara, kegiatan perusahaan, komunitas, organisasi, dan jenis kebutuhan lainnya.

Pada artikel ini kami akan mencoba untuk membagikan informasi seputar kaos, dari mulai cara merawat kaos, cara membuat kaos, pengenalan jenis bahan dan pengenalan macam-macam jenis sablon kaos. Mari disimak baik-baik, semoga artikel kami dapat memberikan manfaat untuk Anda.

tips cara merawat kaos

Untuk bagian pertama kami akan coba menjelaskan bagaimana cara merawat kaos agar tetap awet dan terlihat rapi, sering kali kita lihat setiap kaos yang memiliki label/ brand pada bagian belakang leher itu tercantum cara merawat kaos yang di tunjukan dengan gambar dan rata- rata dengan bahasa inggris. Berikut cara merawat kaos yang lebih detail versi Konveksi Kaos Bandung yang disajikan khusus untuk anda.

10+ Tips Dan Trik Cara Merawat Kaos Berkualitas Agar Awet Dan Tidak Pudar.

  1. Direndam terlalu lama

Merendam kaos dengan waktu yang lama dapat merusak beberapa bagian pada kaos, seperti sablonan, tekstur kain dan warna kain kaos tersebut. Untuk waktu perendaman kami sarankan cukup dilakukan 30 menit saja dan maksimal 1 jam. Selain dapat merusak kualitas kaos, merendam terlalu lama juga dapat berefek timbulnya aroma bau yang kurang enak.

  1. Pisahkan saat dicuci

Pisahkan kaos anda dengan pakaian- pakaian lain, terutama jika warna kaos anda berwarna muda atau putih. Hal ini dilakukan untuk mencegah menempelnya warna dari pakaian lain pada kaos anda karena warna luntur, selain itu juga pisahkan antara pakaian yang sangat kotor dan tidak terlalu kotor, agar kotoran dari pakaian lain tidak menempel pada kaos anda juga.

  1. Jangan disikat

Kaos berbahan cotton memiliki tekstur kain yang lembut. Hindari menyikat kaos tipe ini, karena dapat merusak tekstur kain. Hindari juga kucekan dan perasan yang kuat karena selain merusak pori-pori baju juga dapat mengonyak sablon, khususnya pada kaos selain warna putih dan abu.

  1. Jemur terbalik

Sinar matahari berlebih dapat mengakibatkan warna kain kusam dan sablonan pudar warnanya, untuk mengantisipasi hal tersebut maka kita harus menjemur kaos kita dengan terbalik, agar bagian kain luar dan sablonanya tetap baik kondisinya. Terutama untuk kaos yang berbahan dasar Cotton dengan warna- warna cerah.

  1. Jangan digantung

Sebaiknya jangan menjemur kaos dengan menggunakan hanger/ gantungan baju, karena dapat berakibat melarnya bagian leher kaos/ rib. Hal ini di akibatkan oleh tidak kuatnya bagian leher menahan berat dari air yang masih terkandung di bahan kaos ketika di jemur.

  1. Hindari Pemutih

Hindari mencuci kaos bersablon dengan pemutih/ detergent yang mengandung pemutih. Hal ini dapat merusak warna kaos yang cepat pudar, sablonan yang terkelupas dan tekstur kain yang menjadi kasar.

  1. Hindari mencuci dengan Mesin cuci

Sebaiknya cuci kaos Anda secara manual dengan tangan. Mencuci dengan mesin cuci dapat mengakibatkan kaos menjadi melar, sablon cepat rusak dan pori – pori kain kasar. Hal ini karena saat berputar kaos akan menerima beban tarik – ulur dan gesekan dengan kain lain disekitarnya.

  1. Setrika

Agar kaos Anda awet, sebaiknya selalu setrika setelah dicuci dan dijemur. Pastikan menyetrika baju dalam keadaan kering. Dan untuk kaos berwarna selain putih, hindari menyetrika pada bagian sablon.

  1. Menghilangkan noda

Apabila kaos kesayangan Anda terkena noda, segera cuci pada bagian yang bernoda saja. Gunakan sabun mandi batangan untuk mencuci pada bagian noda. Gosok dengan halus dan bilas dengan air bersih hingga noda menghilang.

  1. Jangan dipakai tidur

Agar kaos Anda awet hindari menggunakannya untuk tidur. Karena kaos akan menjadi cepat kotor khususnya di bagian leher. Saat Anda tidur sadar atau tidak Anda berkeringat. Kombinasi keringat dan kotoran debu pada seprai akan membuat kaos Anda kotor.

  1. Pakailah seperlunya

Apabila Anda sayang dengan kaos Anda yang keren, sebaiknya pakailah seperlunya alias di saat-saat penting saja. Karena dengan seringnya pemakaian akan membuat kaos cepat kusam dan kotor, sehingga proses pencucian akan sering dilakukan dan akan mengakibatkan kaos berubah kondisinya dari sebelumnya/ rusak.

Itulah  beberapa tips dari kami tentang merawat kaos dengan baik, semoga dapat bermanfaat dan membantu anda dalam merawat kaos- kaos kesayangan anda. Selamat mencoba, semoga berhasil.

tahapan cara membuat kaos

Sebagai salah satu pusat konveksi kaos di Bandung kami sangat menjaga kualitas dari kaos yang kami produksi agar kaos yang kami hasilkan tidak kalah saing dengan kaos- kaos lain, kualitas dari kaos yang kami hasilkanpun berani untuk bersaing dengan kaos kualitas distro bandung.

Untuk itu perlu disimak dengan baik cara atau tahapan pembuatan kaos, agar tidak keliru ketika praktek membuatannya dan bisa menghasilkan kualitas kaos yang baik dan sesuai dengan yang kita inginkan, mari kita simak beberapa tipsnya.

Tutorial Tahap Dan Cara Membuat Kaos Mudah Dan Dapat Dipraktekan.

  1. Pembuatan desain kaos, desain kaos sangat berpengaruh terhadap bagus tidaknya kaos yang akan dihasilkan, diusahakan untuk desain kaos di buat dengan semenarik mungkin agar enak untuk di lihat oleh orang lain.
  2. Penentuan bahan kaos dan jenis sablon yang akan di gunakan, lebih baik jika bahan dan jenis sablonya di cocokan atau di serasikan dengan desain kaos yang telah di buat. Contoh yang tidak serasi. (desain full color tapi terbuat dari bahan TC)
  3. Memotong bahan dengan pola ukuran yang di inginkan, berhati- hatilah dalam tahap pemotongan, karena rapih tidaknya hasil kaos tergantung dari pola pemotongannya.
  4. Persiapan sablon dari mulai pencampuran cat yang di inginkan, pembuatan film sablon, proses afdruk screen dll. Dalam tahap ini harus di ukur dan di sesuaikan dengan bahan kaos yang telah di potong agar sablonan tidak bengkok ataupun tidak sesuai letaknya dengan yang kita inginkan, untuk pengukuran screen terhadap kaos adalah dengan menggunakan landasan yang rata seperti triplek dan sejenisnya. (telah di beri lem agar bahan kaos menempel rapi di landasan)
  5. Tahap penyablonan, dalam tahap ini kita perlu teliti dan berhati- hati, karena sangat berpengaruh terhadap hasil sablon dari kaos tersebut. (ketika proses sablon kain/ bahan di tempel di alas). Setelah proses sablon kaos selesai tunggu beberapa saat hingga cat sablon benar- benar kering, setelah itu lepaskan kain dari alas yang di beri lem.
  6. Proses press sablon, agar sablonan kuat, tahan lama, dan tidak cepat luntur proses selanjutnya yang harus dilakukan adalah proses press sablon, dengan menggunakan mesin press ataupun setrika.
  7. Menjahit bahan/ kain yang telah di sablon, yang sebelumnya telah di cocokan ukuran- ukuranya dari mulai bagian badan, lengan, rib, manset dll.
  8. Proses finishing, yaitu dari mulai merapikan sisa- sisa benang jahitan, menyetrika, melipat dan proses akhirnya adalah packing.

Itulah beberapa tahap yang harus dilakukan dalam proses pembuatan kaos, agar mendapatkan hasil yang maksimal sangat di perlukan kehati- hatian dan ketelitian dalam setiap proses ataupun langkah dalam pembuatan kaos.

jenis bahan kaos

Untuk point pembahasan selanjutnya akan kita informasikan tentang macam-macam jenis bahan kain untuk pembuatan kaos. Ada beberapa jenis bahan yang sering di pakai dari sekian banyak jenis bahan yang ada yakni, cotton combed, cotton cardet, TC, Hyget dan PE.

Bahan tersebut adalah bahan yang sering di pakai oleh kebanyakan orang sebagai bahan dasar kaos. Untuk keterengan lebih lanjut seputar jenis- jenis dari bahan untuk pembuatan kaos berikut kami akan sedikit membahasnya.

Kenali 11 Macam Kain Jenis Bahan Kaos Yang Perlu Anda Ketahui.

  1. Cotton Combed

Serat benang lebih halus. Hasil rajutan dan penampilan bahan lebih halus dan rata. Berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasi (gr/m2) di mesin rajutnya, bahan cotton combed memiliki beberapa jenis: 20s, 24s, 30s, 40s. Semakin tinggi angkanya, semakin halus dan tipis bahannya, dan semakin mahal harganya. Untuk kaos distro umumnya memakai jenis 20s dan 30s. Ini adalah salah satu jenis bahan yang paling sering digunakan untuk keperluan pembuatan kaos di konveksi baju

  1. Cotton Cardet

Bahan cotton carded memiliki beberapa jenis: 20s, 24s, dll. Berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasi di mesin rajutnya. Hanya saja serat benang yang digunakan dalam bahan cotton carded ini kurang halus. Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang halus dan kurang rata. Memiliki tekstur kurang halus namun tetap nyaman dipakai karena terbuat dari 100% serat kapas.

  1. TC/ Teteron Cotton

Jenis bahan ini adalah campuran dari 35% Cotton Combed  dan 65% Polyester (Teteron). Dibandingkan bahan kaos Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan tidak susut atau melar meskipun sudah dicuci berkali-kali dan Harganya pun relatif lebih murah dari bahan lainnya.

  1. Cotton Viscose/ CVC

Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya/ susut pola lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.

  1. Polyester/ PE

Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi kemudian dibuat untuk bahan kaos berupa serat fiber poly. Jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas jika dipakai.

  1. Hyget

Jenis bahan ini terbuat dari plastik namun lebih tipis. Banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai karena harganya yang sangat murah.

  1. Lacoste/ Pique

Bahan ini biasa digunakan sebagai bahan dasar polo shirt. Karakteristik bahan lacoste adalah berpori besar sehingga lebih cocok apabila di kombinasikan dengan bordir bukan dengan sablon. Ada 2 tipe kain lacoste yang terkenal. Ada lacoste tipe Pique dan PE. Tipe lacoste yang paling bagus adalah Pique.

  1. Paragon

Karakteristik Paragon adalah sukar menyerap keringat. Memiliki tekstur kain yang sedikit terlihat pengkilat dan fleksibel apabila di pakai, karena memang bahan ini biasa dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan kaos- kaos olahraga. Paragon biasa digunakan pada team basket.

  1. Serena

Bahan ini hampir mirip dengan bahan paragon sukar dalam menyerap keringat, memiliki tekstur kain yang terlihat mengkilat, dan fleksibel. Namun dalam segi kualitas dan kenyamanan dalam pemakaian masih di bawah bahan paragon. Serena biasanya digunakan untuk pembuatan kaos team sepak bola.

  1. Lotto

Bahan ini juga sama halnya seperti bahan paragon dan serena yang digunakan sebagai bahan kaos olahraga, namun tidak mengkilat. Tekstur bahan ini lembut apabila dipegang dan elastis. Bahan ini pun memiliki tingkat ketebalan sama halnya seperti bahan cotton. Bahan ini sering dipakai sebagai bahan pembuatan kaos olahraga team sepak bola.

  1. Diadora

Bahan ini sangat mirip dengan bahan Lotto, namun lebih lembut teksturnya dan kualitasnya pun lebih baik.

Itulah beberapa jenis bahan kaos Bandung murah dalam pembuatan kaos, semoga dengan adanya informasi ini dapat membantu anda dalam pemilihan bahan dari kaos yang akan anda pesan/ buat di Konveksi Bandung kami ini.

Untuk selanjutnya akan kami bahan tentang jenis benang dan jenis rajutan untuk bahan kaos yang biasa digunakan. Jenis benang dan rajutan untuk bahan kaos sangat berpengaruh terhadap tingkat ketebalan, kerapatan, dan kehalusan suatu bahan kaos.

Berikut adalah sedikit ulasan singkat tentang keduanya yang dapat bermanfaat untuk anda dalam mengenal berbagai macam jenis rajutan dan benang dalam bahan yang biasa digunakan untuk pembuatan kaos oblong ataupun jenis kaos lainnya.

Beda bahan benang maka beda pula tingkat ketebalan bahan kaos, begitulah mungkin kesimpulan yang tepat untuk perbedaan bahan benang dengan bahan kaos yang akan dihasilkan. Semakin rendah nilai gramasi (exp. 20s, 24s, 30s) maka semakin tebal pula bahan kaos yang akan dihasilkan. untuk lebih jelasnya kami cantumkan penjelasan- penjelasannya berikut ini.

Jenis Benang Dan Jenis Rajutan Bahan Untuk Kaos.

Jenis Benang Bahan Kaos

  1. Benang 20s

Tingkat ketebalan atau gramasi kain mempunyai ukuran antara 180 sampai dengan 220 gram/m2 untuk jenis rajutan Single Knitt.

  1. Benang 24s

Tingkat ketebalan atau gramasi kain mempunyai ukuran antara 170 sampai dengan 210 gram/m2 untuk jenis rajutan Single Knitt.

  1. Benang 30s

Tingkat ketebalan atau gramasi kain mempunyai ukuran antara 140 sampai dengan 160 gram/m2 untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai 230 gram/m2 untuk jenis rajutan Double Knitt.

  1. Benang 40s

Tingkat ketebalan atau gramasi kain mempunyai ukuran antara 110 sampai dengan 120 gram/m2 untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 180 sampai dengan 200 gram/m2 untuk jenis rajutan Double Knitt.

Itulah penjelasan dari kami Konveksi Seragam Bandung tentang benang untuk bahan kaos, untuk selanjutnya adalah penjelasan tentang jenis- jenis rajutan untuk bahan kaos.

Jenis Rajutan Bahan Kaos

Jika keterangan yang sudah dibahas di atas oleh kami itu berpengaruh terhadap tingkat ketebalan bahan kaos, maka untuk penjelasan kali ini berpengaruh terhadap teksture dan tingkat kelembutan bahan kaos.

  1. Single Knitt

Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan jarum single. Penggunaan bahan kaos yang hanya satu permukaan saja yang baik untuk digunakan, artinya kaos tidak bisa digunakan antara permukaan luar dan dalamnya. Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur. (Contoh: Cotton Combed 20s, 24s, 30s, 40s, huruf S berarti single knitt).

  1. Double Knitt

Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan Jarum Double sehingga bahan kaos bisa digunakan permukaan luar maupun dalamnya (bolak- balik), Sebutan lainnya adalah interlock. Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur. (Contoh: Cotton Combed 20d, 24d, 30d, 40d, huruf D berarti double knitt).

  1. Striper

Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna. Penggunaan tidak bisa di bolak-balik. Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt. Finishing harus openset.

  1. Drop Needle

Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum. Penggunaannya bisa dipakai bagian luar maupun bagian dalamnya (bolak-balik). Jenis rajutan teksture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur. Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib Leher Kaos.

  1. Pique/ Lacoste

Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan teksture corak/ motif. Penggunaan tidak bisa dibolak-balik karena permukaan dalam yang kurang rapi dilihat, tidak seperti permukaan luar yang berteksture dan nyaman dilihat. Jenis rajutan berteksture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil.

Itulah ulasan singkat tentang jenis benang dan rajutan untuk bahan kaos dari kami, mudah- mudahan dapat menambah sedikit wawasan anda khususnya dalam pengenalan jenis benang dan rajutan bahan kaos.

Pembahasan point yang terakhir akan kami coba ulas seputar macam-macam jenis sablon kaos yang biasa digunakan. Karena banyak sekali jenis sablon yang ada pada saat ini, dengan berbagai macam karakter, jenis dan pengunaan yang berbeda – beda untuk setiap kebutuhannya.

12+ Macam Jenis Sablon Kaos Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menggunakannya.

  1. Rubber

Ini adalah salah satu jenis yang sering dipakai. Bisa digunakan untuk kaos dengan warna gelap ataupun terang karena sifat dari jenis sablon ini adalah menutupi atau menumpang di atas rajutan benang dari kain itu sendiri. Untuk menyablon di atas kain yang bisa melar/ elastis perlu di buat  campuran khusus dari cat rubber itu sendiri agar cat atau sablonanya setelah jadi dapat mengikuti kain itu ketika melar dan berefek tahan lama. sablon jenis ini sering digunakan dikebanyakan konveksi bandung

  1. Pigmen

Cat jenis ini sering bahkan lebih bagus jika di pakai untuk kain berwarna terang, karena sifat dari cat yang dapat menyerap kedalam rajutan kain tersebut, bisa juga dipakai untuk kain warna gelap tapi hasilnya kurang kontras, tapi untuk saat ini sedang musim desain kaos yang warna kain dengan warna cat sablonan itu hampir sama/ tidak kontras.

  1. Plastisol

Jenis cat ini berbahan dasar minyak, dengan kemampuan yang super keren yaitu dapat mencetak untuk ukuran raster/ dot yang super kecil dengan hasil yang sesuai, tapi cat ini sulit untuk kering apabila hanya dengan sinar matahari (butuh waktu lama), cara mengeringkanya harus menggunakan alat pengering

  1. Glow in the dark

Keistimewaan dari jenis ini adalah dapat menyala di tempat gelap, bisa menggunakan Rubber, Pigmen & Plastisol.

  1. Reflektif

Cat yang bisa menyala apabila di sinari oleh sumber cahaya dengan jarak tertentu kurang lebih jarak 3m.

  1. Discharge

Cat dengan kemampuan menipiskan/ menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan warna baru sesuai dengan kebutuhan.

  1. Flocking

Jenis ini mempunyai keistimewaan berbeda dari pada yang lain, selain berbahan dasar beludru (seperti yang di tempel) jenis ini juga terlihat timbul karena sablonan yang di tumpang/ tempel di atas kain.

  1. Foam

Jenis sablon timbul biasa yang sering kita temui, bisa pakai plastisol bisa juga pakai rubber, tetapi hasil timbul keduanya berbeda.

  1. Separasi

Teknik sablon yang satu ini harus memiliki kemampuan atau skill lebih terutama dalam hal pembuatan film, karena biasanya gambar atau desain yang menggunakan jenis sablonan ini adalah yang memiliki bentuk dot yang sangat kecil, karena sistem separasi adalah sistem yang hanya menggunakan warna CMYK (cyan, magenta, yellow, black) tetapi dapat menghasilkan warna yang banyak, sebagai contoh gambar yang biasa memakai separasi adalah desain foto manusia.

  1. Glitter

Sablonan yang di campur dengan serbuk glitter, ada yang kasar tapi ada juga yang lembut, semakin kasar maka screen yang digunakan juga harus renggang, sehingga menghasilkan sablonan seperti emas/ silver.

  1. Foil

Sablonan dengan menggunakan bahan kertas logam, untuk teknik penerapanya sendiri hampir mirip dengan jenis sablon flocking.

  1. High density

Sablonan timbul dari jenis plastisol yang menghasilkan efek timbul yang simetris, tidak seperti foam yang bentuk timbulnya cenderung seperti di tiup (melengkung).

  1. High frequency

Sablon dengan cat plastisol yg memakai raster kecil dengan ukuran kurang lebih bisa 55 sampe 60 pdi (dot per inch).

Itulah berbagai macam ulasan yang ingin kami bagikan untuk Anda seputar Kaos, mudah-mudahan dapat memberikan wawasan dan informasi yang bermafaat bagi Anda.

Jika Anda membutuhkan vendor konveksi, jangan segan untuk langsung menghubungi customer service kami.

Sukses selalu untuk kita semua, Amiin.

Kami selalu siap untuk melayani segala kebutuhan Anda!

Hubungi kami